Lingkungan
Pesisir Sebagai Daerah Aliran Buangan Limbah
Wilayah
pesisir adalah daerah pertemuan antara darat dan laut dengan batas kearah darat
meliputi bagian daratan, baik kering maupun terendam air yang masih mendapat
pengaruh sifat laut seperti angin laut, pasang surut, perembesan air laut yang
dicirikan oleh jenis vegetasi yang khas. Wilayah pesisir juga merupakan suatu
wilayah peliharaan antara daratan dan laut, dimana ciri – ciri perairan masih
dipengaruhi oleh proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi dan
aliran air tawar maupun proses yang disebabkan oleh kegiatan manusia didarat
seperti penggudulan hutan dan pencemaran.
Namun
demikian perlu dipahami bahwa pesisir sebagai tempat peralihan antara dara dan
laut serta wilayah pesisir ditandai adanya gradient perubahan sifat ekologi
yang tajam dan karenannya merupakan wilayah yang peka terhadap gangguan akibat
adanya perubahan lingkungan dengan fluktuasi di luar normal. Dari segi
fungsinya wilayah pesisir merupakan zone penyangga bagi hewan – hewan migrasi.
Akibat pengaruh aktivitas manusia yang meningkat seperti pencemaran minyak
hasil kegiatan eksploitasi tambang minyak di lepas pantai serta transportasi
minyak, pembuangan limbah permukiman dan industry, perairan pesisir akan
mengalami tekanan ( stress ), yang
cenderung mengarah pada menurunnya kualitas lingkungan wilayah pesisir
terganggu keseimbangan alami. Apalagi
ditambah dengan penangkapan ikan yang berlebihan dan pengrusakan ekosistem
koral secara fisik.
Pencemaran
wilayah pesisir merupakan zat – zatt maupun bahan – bahan buangan atau limbah,
oleh karena itu pemanfaatan ganda yang tidak direncanakan dengan cermat akan
menimbulkan masalah lingkungan yang berhubungan dengan bahan buangan. Sampah
organic dari dari kota akan terbawa aliran sungai dan pada akhirnya akan
mencapai perairan wilayah pesisir. Jika dilihat dari sumber kejadian jenis
kerusakan lingkungan ada yang dari luar system wilayah pesisir, pencemaran
berasal dari pembuangan limbah yang sebagian kegiatannya berasal dari pembangunan.
Secara garis besar gejala kerusakan lingkungan yang mengancam kelestarian
sumber daya pesisir dan lautan di Indonesia. Oleh karena itu perlu diketahui
bahan pencemaran maupun perairan dan kemungkinan terjadinya peningkatan
pencemaran serta kerusakan lingkungan yang disebakan karena lingkungan pesisir
sebagai daerah aliran buangan limbah, untuk mempertahankan kelestarian daya
guna perairan wilayah pesisir, kebiasaan menggunakan perairan sebagai tempat
pembuangan sampah dan bahan buangan industry perlu diatur berdasarkan
perundangan.
Kesimpulan.
Kerusakan
lingkungan dapat terjadi karena adanya kegiatan yang dilakukan oleh manusia
maupun karena pengaruh alam. Lingkungan pesisir merupakan salah satu lingkungan
perairan yang mudah terpengaruh dengan adanya buangan limbah dari darat, karena
merupakan daerah pencampuran antara darat, laut dan udara yang secara ekologis
daerah pesisir sangat kompleks dan mempenyai nilai sumberdaya yang tinggi.
Bahan pencemaran yang berasal dari berbagai kegiatan baik industry, pertanian,
rumah tangga dapat menimbulkan dampak negative yaitu terjadinya degradasi fisik
dari habitat, abrasi pantai, kerusakan hutan mangrove, kerusakan terumbu
karang, hilangnya benih – benih bandeng, udang dan juga organism lainnya yang
ada di daerah tersebut akan terpengaruh. Wilayah
pesisir merupakan wilayah yang memiliki arti strategis baik secara ekonomi,
sosial dan ekologi. Ketidak mampuan mengapresiasi kawasan ini diindikasikan
oleh persepsi akan rendahnya nilai ekonomi kawasan karena hanya melihat nilai
pasar dan nilai kegunaan langsung semata. Akibatnya overeksploitasi dan
kerusakan lingkungan serta pemanfaatan sumber daya yang tidak berkelanjutan
sering menjadi masalah dalam pengelolaan wilayah pesisir di Indonesia.
Penilaian sumber daya pesisir baik pasar maupun non-pasar patut difahami oleh
pengambil kebijakan karena pemahaman akan nilai yang utuh akan layanan barang
dan jasa akan memberikan umpan balik yang positif bagi pembangunan wilayah
pesisir. Langkah-langkah strategis seperti pemetaan nilai ekonomi wilayah
pesisir berbasis GIS, serta mengembangkan protokol valuasi ekonomi summber daya
pesisir akan menjadi langkah positif dalam menangani dan mengelola summber daya
di wilayah pesisir Referens
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar