Aspek pencegahan radikal bebas melalui antioksidan.
Banyak radikal bebas sangat
tidak stabil sehingga keberadaan mereka hanya sesaat , selama hidup mereka yang
sangat singkat itu radikal bebas bertindak seperti katalis yang menjembatani
reaksi kimia dan berubah bentuknya dalam molekul lain.
Sebenarnya radikal bebas
ini penting artinya bagi kesehatan dan fungsi tubuh yang normal dalam memerangi
peradangan, membunuh bakteri, dan mengendalikan tonus otot polos pembuluh darah
dan organ-organ dalam tubuh kita. Kunci kerjanya radikal bebas yang aman dan
efektif dalam tubuh kita bila tidak dalam jumlah yang berlebihan atau dalam
keadaan seimbang, akan tetapi masalahnya adalah mekanisme keseimbangan tubuh
kita yang sangat rapuh ini sering sekali keluar jalur sehingga menimbulkan
penyakit.
Saat tubuh kita dipenuhi
radikal bebas yang berlebihan maka molekul yang tidak stabil yang berada
didalam tubuh kita berubah bentuk menjadi molekul pemangsa. Mereka mulai
bergerak liar dan menyerang bagian tubuh yang sehat maupun yang tidak sehat
sehingga terjadi penyakit.
Berbagai penyakit yang
telah diteliti dan diduga kuat berkaitan dengan aktivitas radikal bebas.
Penyakit-penyakit tersebut mencakup lebih dari 50 kelainan seperti Stroke,
Asma, Pankreatitis, Berbagai penyakit radang usus, Penyumbatan kronis pembuluh
darah di jantung, Penyakit parkinson, Sel Sickle Leukemia, Artritis rematoid,
Perdarahan otak & tekanan darah tinggi, bahkan AIDS.
Untuk memperbaiki keadaan
ini tubuh kita membentuk pembasmi radikal bebas yang dikenal sebagai
antioksidan endogen. Antioksidan endogen ini akan menetralisir radikal bebas
yang berlebihan itu sehingga tidak merusak tubuh. Antioksidan endogen ini
dikemukakan oleh ilmuwan Amerika pada tahun1968 oleh J.M. Mc Cord dan I.
Fridovich yang menemukan enzim antioksidan alami dalam tubuh manusia yaitu
Superoksid dismutase yang saat ini disingkat SOD.. Hanya dalam waktu singkat
setelah teori tersebut disampaikan, selanjutnya ditemukan enzim-enzim
antioksidan alami lainnya seperti Glutation peroksidase , Katalase yang siap
menetralisir radikal bebas yang berlebihan agar tetap seimbang. Saat ini
enzim-enzim antioksidan alami ini sudah dapat diperiksa kadarnya dalam tubuh di
laboratorium.
Sedangkan antioksidan yang
kita makan dari luar melalui makanan atau melalui food suplemen untuk membantu
tubuh melawan kelebihan radikal bebas, kita sebut antioksidan eksogen.
Menurut Phyllis A Balch,
Cnc & James F. Balch, MD dalam bukunya Prescription for Nutritional Healing
maka yang dapat dimasukkan dalam antioksidan eksogen ini adalah : Alpha lipoic
acid ( ALA ), Bilberry ( Vaccinium myrtillus ), Burdock ( Artium lappa ),
Carotenoids, Coenzyme Q 10, Curcumin ( Tumeric ), Flavonoids, Garlic, Ginkgo
biloba, Glutathione, Grape seed extract, Green tea, Melantonin, Mettthionine,
N-Acetylcysteine( NAC ), Nicotinamide Adenine dinucleotide ( NADH ), Oligomeric
Proanthocyanidins ( OPCs ), Pycnogenol, Selenium, Silymarin, Vitamin A, Vitamin
C, Vitamin E, Seng.
Sayangnya sistem
perlindungan dari dalam maupun dari luar tubuh sering tidak memadai karena
terlalu banyaknya radikal bebas yang terbentuk seperti polusi udara, asap
rokok, sinar ultra violet yang diproduksi sinar matahari, pestisida dan
pencemaran lain di dalam makanan kita , bahkan karena olah raga yang
berlebihan.
Tampaknya kemanapun kita
bergerak berbagai senyawa dan keadaan tertentu senantiasa membayangi kita
dengan berbagai radikal bebas akibat ulah kita sendiri.
Ada 4 langkah yang dapat
dilakukan menurut Dr. Kenneth H. Cooper yang menjadi pencetus Preventive
medicine untuk melawan radikal bebas yang berbahaya dalam tubuh kita yaitu :
1. Berolah raga dengan
intensitas rendah
2. Mengkombinasi beberapa antioksidan setiap hari
3. Mengatur diet dan memasak secara benar agar antioksidan dalam makanan tidak rusak
4. Bergaya hidup bebas dari radikal bebas
2. Mengkombinasi beberapa antioksidan setiap hari
3. Mengatur diet dan memasak secara benar agar antioksidan dalam makanan tidak rusak
4. Bergaya hidup bebas dari radikal bebas
Radikal bebas terbentuk karena adanya unsur oksigen yaitu suatu zat yang sangat esensial bagi semua makhluk hidup. Radikal bebas yang telah terbentuk dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan sel dan jaringan tubuh, yang pada akhirnya akan menyebabkan berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan. Dalam keadaan sehat, antara tekanan oksidasi dengan ketahanan sistem antioksidan berlangsung secara seimbang. Bila tekanan oksidasi melebihi ketahanan sistem antioksidannya, maka kerusakan jaringan mulai terjadi. Untuk mengatasinya, maka antioksidan mempunyai pernanan yang sangat penting dalam menghambat terjadinya radikal bebas. manusia disarankan mengkonsumsi makanan yang mengandung cukup zat gizi, terutama vitamin dan mineral dalam kebutuhan yang seimbang, untuk menghindari kerugian yang diakibatkan oleh radikal bebas. (Pengarang)
antioksidan adalah senyawa yang dapat
menetralisir radikal bebas dengancara menyumbangkan elektronnya pada senyawa
radikal bebas. Senyawa antioksidandapat mencegah kerusakan yang ditimbulkan
oleh radikal bebas terhadap sel normal,protein, dan lemak.Berdasarkan sumbernya antioksidan dibagi
menjadi antioksidan endogen(berasal dari dalam tubuh) dan eksogen (berasal dari
luar tubuh)(Kumalaningsih2007). Antioksidan endogen merupakan antioksidan yang
dapat disintesis oleh tubuh.Contoh dari antioksidan endogen antara lain
Superoksida dismutase (SOD). SOD merupakan
salah satu jenis
antioksidan endogen yang mampu mengkatalisis radikal bebas
superoksida (•O2)
menjadi hidrogen
peroksida (H2O2), sehingga SOD disebut sebagai
scavenger atau pembersih
superoksida (•O2-).
Katalase merupakan senyawa hemotetramer
dengan kofaktor Fe, dandapat ditemukan pada hewan maupun tumbuhan. Katalase
dapat mengkatalisisberbagai peroksida dan radikal bebas menghasilkan oksigen
dan air. Superoksidaadalah kelas enzim oksidoreduktase yang berfungsi
mengatalisis substrat organik dengan H2O2 dan mereduksinya menjadi H2O.
Peroksidase merupakan hemoprotein yang
terdapat pada organismeprokariotik dan eukariotik. Glutation peroksidase (GPx)
adalah salah satu jenis enzimperoksidase yang mengandung selenium (Se) pada
sisi aktifnya. Enzim ini bekerjadengan cara memecah H2O2 dan berbagai lipid
peroksida dengan mereduksinyamenjadi H2O. Proses tersebut melibatkan reaksi
redoks dari glutation tereduksi(GSH)
Berdasarkan fungsinya, antioksidan dibagi
menjadi empat, diantaranyaantioksidan primer, sekunder, tersier, dan oxygen
scavenger
. Antioksidan primeradalah antioksidan yang
berfungsi untuk mencegah terbentuknya radikal bebas baru,karena kemampuannya
untuk merubah radikal bebas yang ada sebelum bereaksi.Contoh antioksidan primer
di dalam tubuh manusia adalah enzim superoksidadismutase (SOD). Enzim ini
sangat penting sekali, dikarenakan dapat melindungi sel-sel dalam tubuh akibat
kerusakan yang ditimbulkan oleh radikal bebas. Kinerja enzimini dipengaruhi
oleh beberapa mineral seperti Mn, Zn, Cu, dan Se (Kumalaningsih2007)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar