Penduduk dunia
kini telah mencapai 7 milyar, bahkan ada kecenderungan jumlah tersebut kian
bertambah. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Cina (1.306.313.812
jiwa), India (1.103.600.000 jiwa), Amerika Serikat (298.186.698 jiwa), dan
Indonesia (257.516.167 jiwa). Manusia sebagai mahluk hidup tentunya membutuhkan
oksigen untuk proses pembakaran bahan bakar (respirasi) di dalam tubuh untuk
menghasilkan energi agar terus mempertahankan hidupnya. Manusia sendiri
membutuhkan oksigen sekitar 67% dari tubuh manusia. Setiap manusia mengkonsumsi
oksigen dalam jumlah yang sama sebesar 600 liter/hari atau 840 gram/hari
. Memang selama ini oksigen didapat secara cuma-cuma dari alam. Namun,
apakah oksigen akan terus tersedia melimpah di alam?
Meningkatnya
perkembangan pembangunan dan penduduk akan menyebabkan penurunan luas lahan
hutan atau vegetasi. Peningkatan kendaraan umum dan jumlah penduduk akan
berimplikasi pada peningkatan gas buangan CO2 dan CO ke udara. Dengan semakin meningkatnya populasi penduduk,
maka berdampak juga terhadap produktivitas pohon dan berpengaruh terhadap
kualitas udara yang mengandung oksigen karena pencemaran udara yang disebabkan
kendaraan umum. Emisi yang dikeluarkan oleh satu kendaraan umum adalah
sebesar 252 ton/hektar . Angka ini menyebabkan polusi besar dan merupakan salah
satu penyebab Global Warming yang menjadi isu dunia.
Dengan kondisi
tersebut, apakah produksi oksigen masih dalam kondisi yang ideal? Secara
rata-rata, dalam daur hidupnya setiap pohon bisa mencukupi oksigen (O2)
untuk kebutuhan 18 (delapan belas) orang dan menyerap karbondioksida (CO2)
dari mobil yang berjalan sekitar 41.834 km. Pohon besar menyerap kira-kira
sebesar 120-240 pounds partikel kecil atau gas polutan. Hanya tumbuhanlah yang
menghasilkan oksigen di bumi ini, pohon dengan tinggi 25 m dan diameter batang
15 m, akan mempunyai luas tutupan batang 160 m² dan luas permukaan daun sebesar
1600 m², akan menghasilkan oksigen sebanyak 1712 gram. Sedangkan untuk 1 hektar
lahan hijau dengan total luas permukaan daun 5 hektar akan membutuhkan 900 kg
CO2 untuk melakukan fotosintesis selama 12 jam, dan pada waktu yang
sama akan menghasilkan 600 kg O2.
Dengan semakin
meningkatnya jumlah penduduk, lahan yang tadinya merupakan tempat tumbuhnya
pohon menjadi berkurang. Padahal, luas ideal lahan hijau di perkotaan minimal
adalah 40%. Jika kurang dari angka 40%, akan dirasa kurang dalam menangani
masalah globalWarming ke depannya.
Karenanya, sangat disarankan bagi tiap-tiap rumah mempunyai tanaman hijau
sebagai penopang kebutuhan oksigen dan menyerap CO2 dan CO di dalam atau pun di luar rumah. Selain itu, area
lahan terbuka hijau yang ada sebaiknya tidak dikonversi menjadi pemukiman,
kawasan industri, atau yang lainnya. Keberadaan hutan sebagai mesin pencetak
oksigen juga harus tetap dipertahankan demi keberlangsungan bumi tercinta ini.
Sumber :