Selasa, 01 Januari 2013

  PERKEMBANGAN KOTA YOGYAKARTA

   Pada awal perkembangannya permukiman kota Yogyakarta cenderung memusat pada poros besar Selatan Utara, Permukiman berupa kampung tempat tinggal penduduk lambat laun tumbuh di sekitar poros yang melintasi istana dari ujung ke ujung dan alun-alun utara, jalan Malioboro dan kemudian hingga ke Tugu .
      Salah satu persoalan penting dihadapi oleh kota Yogyakarta dalam perkembangan saat ini adalah masalah pemekaran fisik kota. Kota makin menghadapi tantangan untuk meluaskan wilayah tata ruang kota sebagai akibat dari perubahan penggunaan lahan untuk berbagai kepentingan penduduk semakin mendesak              
Dua faktor penyebab perubahan penggunaan lahan tersebut menurut beberapa penelitian adalah
1  Faktor konsentrasi penduduk.
2. Faktor kebutuhan ketersediaan fasilitas social ekonomi  yang mendorong perubahan penggunaan lahan  pertanahan kota,antara lain mencakup segi-segi kebutuihan sebagai berikut :   
(1) Penambahan lahan untuk permukiman dan perumahan. 
      (2) Perluasan dan penambahan panjang jalan untuk sarana transportasi.                                                                                                         
      (3) Fasilitas perdagangan, yaitu jumlah pasar, pertokoan, Swalayan, Mall.  
      (4) Fasilitas pendidikan, yaitu gedung persekolahan. 
      (5) Fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik.   
      (6) Fasilitas peribadatan, yaitu mesjid, mushala dan gereja atau sejenisnya
      (7) Fasilitas kelembagaan, dll
  Selain itu pada akhir-akhir ini Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta juga sedang merencanakan pencarian lahan untuk pelabuhan udara baru sebagai akibat dari tidak memadainya pelabuhan udara Adisucipto untuk menampung arus penerbangan yang makin padat pada akhir-akhir ini. Lebih-lebih pada waktu sekarang Yogyakarta telah membuka jalur penerbangan internasional. sehingga pembangunan pelabuhan internasional menjadi kebutuhan yang mendesak. Selain itu kota Yogyakarta yang menjadi kota tujuan wisata menuntut perluasan-perluasan fasilitas pengembangan wisata baik dalam kota maupun di daerah sekitarnya. Pengaruh globalisasi dalam sector perekonomian juga tampak mempengaruhi arus perubahan kota Yogyakarta.
Yang menjadi persoalan ialah bagaimana perluasan wilayah perkotaan itu dapat dilakukan, mengingat luas lahan kota yang tersedia sangat terbatas, sementara perkembangan otonomi daerah akan membatasi ruang gerak pemekaran wilayah antara satu wilayah dengan wilayah yang lain.
Kesimpulan
A.Salah satu pengaruh terpenting dari perubahan-perubahan demografis dan   social-ekonomi yang mempengaruhi kota Yogyakarta antara lain ialah terjadi persoalan pemekaran kota yang secara terus-menerus akan terjadi sebagai akibat dorongan dan kebutuhan penggunaaan lahan untuk kepentingan penduduk kota dalam berbagai dimensi kehidupan. Problema pertanahan kota menjadi sangat rumit sebagai akibat dari banyaknya keterbatasan dan kendala yang dihadapi kota Yogyakarta pada masa mendatrang.
B.Kecenderungan perubahan kota Yogyakarta yang menarik adalah kecenderungan  perubahan kota dari Kota Tradisional menjadi Kota Nasional atau Kota Indonesia, menuju perkembangan ke arah Kota Internasional.

NARASUMBER :
- http:// www.jogjakota.go.id/index/extra.detail/21 
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta
- http://staff.uny.ac.id
- http://edukasi.kompasiana.com
- http://www.jogjainfo.net

Tidak ada komentar:

Posting Komentar