PERKEMBANGAN KOTA YOGYAKARTA
Pada awal perkembangannya permukiman kota
Yogyakarta cenderung memusat pada poros besar Selatan Utara, Permukiman berupa
kampung tempat tinggal penduduk lambat laun tumbuh di sekitar poros yang
melintasi istana dari ujung ke ujung dan alun-alun utara, jalan Malioboro dan
kemudian hingga ke Tugu .
Salah satu persoalan
penting dihadapi oleh kota Yogyakarta dalam perkembangan saat ini adalah
masalah pemekaran fisik kota. Kota makin menghadapi tantangan untuk meluaskan
wilayah tata ruang kota sebagai akibat dari perubahan penggunaan lahan untuk
berbagai kepentingan penduduk semakin mendesak
Dua
faktor penyebab perubahan penggunaan lahan tersebut menurut beberapa penelitian
adalah
1 Faktor konsentrasi
penduduk.
2.
Faktor kebutuhan ketersediaan fasilitas social ekonomi yang mendorong perubahan penggunaan
lahan pertanahan kota,antara lain
mencakup segi-segi kebutuihan sebagai berikut :
(1) Penambahan lahan untuk
permukiman dan perumahan.
(2) Perluasan dan penambahan panjang jalan untuk sarana transportasi.
(3) Fasilitas perdagangan, yaitu jumlah pasar, pertokoan, Swalayan, Mall.
(4) Fasilitas pendidikan, yaitu gedung persekolahan.
(5) Fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik.
(6) Fasilitas peribadatan, yaitu mesjid, mushala dan gereja atau sejenisnya
(7) Fasilitas kelembagaan, dll
(2) Perluasan dan penambahan panjang jalan untuk sarana transportasi.
(3) Fasilitas perdagangan, yaitu jumlah pasar, pertokoan, Swalayan, Mall.
(4) Fasilitas pendidikan, yaitu gedung persekolahan.
(5) Fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, klinik.
(6) Fasilitas peribadatan, yaitu mesjid, mushala dan gereja atau sejenisnya
(7) Fasilitas kelembagaan, dll
Selain itu pada akhir-akhir ini Pemerintah
Daerah Istimewa Yogyakarta juga sedang merencanakan pencarian lahan untuk
pelabuhan udara baru sebagai akibat dari tidak memadainya pelabuhan udara
Adisucipto untuk menampung arus penerbangan yang makin padat pada akhir-akhir
ini. Lebih-lebih pada waktu sekarang Yogyakarta telah membuka jalur penerbangan
internasional. sehingga pembangunan pelabuhan internasional menjadi kebutuhan
yang mendesak. Selain itu kota Yogyakarta yang menjadi kota tujuan wisata
menuntut perluasan-perluasan fasilitas pengembangan wisata baik dalam kota
maupun di daerah sekitarnya. Pengaruh globalisasi dalam sector perekonomian
juga tampak mempengaruhi arus perubahan kota Yogyakarta.
Yang
menjadi persoalan ialah bagaimana perluasan wilayah perkotaan itu dapat
dilakukan, mengingat luas lahan kota yang tersedia sangat terbatas, sementara
perkembangan otonomi daerah akan membatasi ruang gerak pemekaran wilayah antara
satu wilayah dengan wilayah yang lain.
Kesimpulan
A.Salah
satu pengaruh terpenting dari perubahan-perubahan demografis dan social-ekonomi yang mempengaruhi kota
Yogyakarta antara lain ialah terjadi persoalan pemekaran kota yang secara
terus-menerus akan terjadi sebagai akibat dorongan dan kebutuhan penggunaaan
lahan untuk kepentingan penduduk kota dalam berbagai dimensi kehidupan.
Problema pertanahan kota menjadi sangat rumit sebagai akibat dari banyaknya
keterbatasan dan kendala yang dihadapi kota Yogyakarta pada masa mendatrang.
B.Kecenderungan
perubahan kota Yogyakarta yang menarik adalah kecenderungan perubahan kota dari Kota Tradisional menjadi
Kota Nasional atau Kota Indonesia, menuju perkembangan ke arah Kota
Internasional.
NARASUMBER :
- http:// www.jogjakota.go.id/index/extra.detail/21
- http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Yogyakarta
- http://staff.uny.ac.id
- http://edukasi.kompasiana.com
- http://www.jogjainfo.net
Tidak ada komentar:
Posting Komentar